Berkali-kali namamu mengiang ditelingaku, memaksa sel-sel otakku mengigatmu. Haruskah namamu berotasi diotakku memenuhi ruang isi dikepalaku? Rasanya semua terjadi begitu cepat. Perkenalan itu membuat perasaan yang aneh muncul. Kehadiranmu membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan putih berubah menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong dihatiku. Tak ada percakapan yang biasa, semua terasa begitu nyata. Perasaan ini tumbuh dan berkembang melebihi batas yang aku tau. Sehari tanpa pesan singkatmu rasanya hampa. Entah mengapa rasanya aku takut kehilanganmu. Sepertinya, bayanganmu telah mengendalikan otak dan hatiku, ada sebab dibalik semua itu yang tak dapat aku mengerti.
Mengigatmu itulah yang aku bisa, menunggu pesan singkatmu itu sudah menjadi tugasku sehari-hari. Perasaan apa ini? Haruskah aku merasakan kehadiran cinta untuk yang ke 3 kalinya? Haruskah aku jatuh dalam cinta yang tak nyata untuk ke 3 kalinya? Senyata apakah kamu, hingga membuatku begitu ingin mengenal sosokmu lebih dalam?
Berkali-kali aku mengelak ini hanya ketertarikan sesaat. Ini hanya rasa yang akan padam termakan hari. Untuk seterusnya, aku akan menganggap ini biasa. Oke, lupakan.
Yap, kita tak saling memiliki. Benar, semua terjadi seperti mimpi dan semua itu mungkin hanya sebuah ilusi. Aku terjebak pada situasi yang terlalu percaya bahwa cinta itu hadir ditengah-tengah kita. Aku hanya menganggap ini adalah sebuah permainan, permainan yang suatu saat akan berakhir. Entah dengan akhir yang aku sukai atau aku benci.
Jika semua ini hanya sebuah permainan, jika semua ini hanya berkaitan dengan sesuatu yang instan, dan hanya sebuah ilusi semata, mengapa kamu memperhatikan aku dengan perhatian yang mendalam? Apakah aku yang salah mengartikannya? Apakah aku yang terlalu obsesi untuk memilikimu? Tapi, mengenaskan juga jika aku yang mengartikannya terlalu serius. Dan nyatanya kamu sedang bermain-main meloncat dari satu hati kehati yang lain.
Sungguh, aku tak mau terjebak dalam cinta yang tak nyata, tanpa tatapan mata, juga tanpa genggaman tangan yang saling bersinggungan sebelumnya. Tapi, entah mengapa rasanya aku takut kehilangan.

Kasih hiasan donk brew... lumayan buat pemula.. like it.. (y)
BalasHapusoke thank's makasih masukannya :)
Hapussama2 brew.... emank u tau siapa ini.. ?
Hapustau lah hahaha
Hapusbagus ka,titip kisah yg perpisahan gtu dong kak
BalasHapus