Kamu kemana?
Dimana?
Sama siapa?
Udah makan?
Masih pantaskah pertanyaan itu aku tanyakan padanya Tuhan?
Perasanku tercabik oleh pertanyaan-pertanyaan yang membuatku ingin tau apa yang ia lakukan. Kamu iya kamu... namamu mengiang ditelingku, memenuhi seluruh isi kepalaku tak bisakah kau memberitahuku tentang keadaanmu?
Malam yang sunyi menyayat hati dan jiwa, ditambah lagi dengan perubahan sikapmu yang seperti ini. Rasanya lengkaap sudah. Tak terlintaskah bayanganku dibenakmu walau hanya beberapa detik?
Ah... jelas tidak! Bodohnya aku jika aku berharap seperti itu.
Aku tak akan menyalahkan takdir yang telah Tuhan tuliskan untukku. Sejak hari itu aku mensyukuri apa yang Tuhan beri untukku. Memilikimu yaa.... itu lah anugrah yang terindah yang Tuhan berikan. Walaupun awalnya kita dipertemukan dalam masalah yang sama. Yaaa.. sama-sama membutuhkan tempat pelarian cinta karena cinta yang bertepuk sebelah tangan. Siapa yang mengira jika aku benar-benar mencintaimu, menyayangimu dengan setulus hati. Aku berusaha semaksimal mungkin membuatmu selalu merasa nyaman ketika berbicara denganku. Dan hasilnya kamu pun mencintai aku, entah apakah itu hanya pura-pura agar aku bahagia atau apa. Tapi, yang pasti aku senang. Oh Tuhan... terimakasih Engkau kirimkan dia untukku.
Hari demi hari, waktu demi waktu kami jalani hubungan ini. Tapi satu hal yang belum kami lakukan, kami tak pernah bertatap muka. Ya Tuhan... betapa mirisnya hati ketika mengigat bahwa kami tak pernah berjumpa sebelumnya. Kami pun berencana untuk berjumpa namun, Tuhan berkehendak lain. Pertemuan itu selalu gagal. Mungkin bagiku tak masalah karena aku tak pernah mempermasalahkan itu, tapi kamu... kamu yang aku khawatirkan. Dan akhirnya apa yang aku khawatirkan selama ini terjadi, kamu mulai bosan dengan hubungan ini. Perubahan sikapmu membuatku tak sanggup menahan air mata yang jatuh membasahi pipi. Jika memang harus berakhir sampai disini aku ikhlas, aku merelakanmu untuk orang lain, kerena egois jika aku memintamu untuk tetap tinggal disini *nunjuk hati* sedangkan aku tau hatimu bukan lagi untukku. Semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik untukmu. Kelak akan ku ceritakan pada dunia tentang kita, yang saling mencintai dalam dunia tak nyata.


