Aku menyukai hujan, karena bagiku mereka unik. Keunikannya itu yang menjadikan mereka begitu indah. Turunya mereka yang tak serempak mendetingkan alunan-alunan irama tanpa kata. Bagaikan sebuah nada tanpa syair tapi bermelodi. Itulah yang menjadikan mereka lebih bisa mewakili perasaan seseorang. Entah sejak kapan aku mulai menyukainya, tapi yang pasti bagiku hujan itu adalah salah satu anugrah yang indah dari sekian anugrah yang Tuhan beri untukku. Sama halnya dengan mengenalmu dan menjadi bagian dalam hidupmu walau hanya sesaat.
Kau datang bagaikan hujan yang membawa semua kenangan itu, dan aku hanya bisa terdiam hingga waktu menghapus aku. Mengigat semua itu seketika moment indah dan moment buruk berbaur menjadi satu. Kadang tertawa geli melihat tingkah konyolmu tapi seketika hatiku merasa sakit mengigat apa yang telah kau perbuat. Sebongkah kepercayaan kau balas dengan satu penghianatan!
Oh... Tuhan betapa tersayatnya hati.
Pernahkah kau berfikir bagaimana perasaan seorang wanita yang kau jadikaan tempat pelarian benar-benar mencintaimu dan menyayangimu dengan tulus?
Pernahkah kau berfikir bagaimana perasaan wanita yang menyayangi kamu dengan tulus harus terabaikan dengan tingkahmu?
Pernahkah kau berfikir bagaimana perasaaan seorang wanita yang telah menaruh harapannya padamu tapi kau rusak begitu saja?
Dan pernahkah kau berfikir bagaimana perasaan seorang wanita yang benar-benar menyayangi kamu dan mencintai kamu dengan tulus mengetahui orang yang disayanginya, dicintainya dan dibanggakannya itu bermain dibelakangnya?
Kau tau rasanya seperti apa? Seperti kita belajar terbang dan ketika sampai diatas langit sayap kita dipatahin terus terhempas, jatuh kebawah dan itu rasanya sakit. Rasanya sakit!
Aku tak pernah menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi padaku, walaupun itu menyakitkan aku berusaha menerima itu dengan ikhlas dan mensyukurinya. Karena bagiku itu adalah pelajaran untuk ku menjadi seorang wanita seutuhnya yang Tuhan ajarkan padaku.
Untukmu ya untukmu... Terimakasih sudah mengisi dan menghiasi lembaran dimasa laluku, mengajari aku banyak hal dan menjadikan aku ada walaupun seketika kau menganggapku tak ada.
Sekarang aku tahu, bahwa aku mencintaimu tanpa alasan dan kau pun meninggalkanku tanpa alasan juga.
Selamat kamu telah membuang akar hanya demi sekuntum bunga. Semoga kau bahagia dengan ceritamu yang sekarang bersama DIA!
Froom : Sepenggal episodemu :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar