Setetes air mata bertanya kepada pipi mengapa ia di usir pergi…
Pipi diam…
Si air mata bertanya lagi pada dagu, mengapa ia harus jatuh selalu…
Dagu diam…
Air mata meneruskan jalan, menetes di telapak tangan…
Tangan juga diam…
Pipi diam…
Si air mata bertanya lagi pada dagu, mengapa ia harus jatuh selalu…
Dagu diam…
Air mata meneruskan jalan, menetes di telapak tangan…
Tangan juga diam…
Sampai akhirnya si tangan bergerak dan air mata membaca sebuah
tulisan..
“Hatiku terluka, tolong bawa pergi sakitnya”
Si air mata diam.
Lalu berkata pelan..
“aku akan membawanya pergi, sudah, jangan menangis lagi’

