"Dunia ini adalah panggung sandiwara, dan kita adalah aktornya, yang bebas memilih topeng dan berganti peran sesuka hati"
Inilah dunia dengan segala keindahan dan kerumitannya. Mengajarkan manusia untuk terus berusaha walaupun gagal. Inilah dunia dengan segala keunikannya, yang memberi pelajaran pada manusia untuk terus mensyukuri apa yang ada. Dan inilah dunia yang didalamnya dihuni jutaan manusia yang bebas menentukan topengnya dan memilih peran yang akan dimainkan dengan senang hati. Dunia ini panggung sandiwara bukan?
Ya... Kamu, Aku, dan Semua orang adalah aktor yang bermain dalam dunia ini. Bebas menentukan topeng yang akan digunakan dan bebas menentukan peran yang akan dimainkan. Bergonta-ganti topeng sesuka hati dan bermain peran semaunya. Sangat menarik.
Sangking menariknya, kamu lupa pada topeng aslimu. Kamu terbiasa mengganti topeng aslimu dan menggunakan topeng palsumu dalam peranmu. Tapi sayangnya kamu tak lagi bisa membodohi aku dengan topeng palsumu itu. Karena aku sudah mengetahui topeng aslimu. Tak usah kaget aku mengetahuinya dari mana. Aku mengetahui itu dari kebodohanmu sendiri, kamu yang menunjukkannya perlahan-lahan saat bersama ku. Ingatkah itu?
Apa? Kau tak ingat. Hmm... kalo begitu karena aku masih berbaik hati, maka akan aku ingatkan kembali. Ingat apa yang kau lakukan waktu kita masih bersama? Yap... benar sekali, kamu memberikan perhatianmu padaku, menghabiskan waktumu hanya untuk bersamaku, dan selalu mengucapkan kata-kata yang membuatku tergelitik untuk tertawa. Ya... semua itu benar ternyata ingatanmu lumayan tajam, tapi ada 1 hal yang kamu lupa. Ingat seorang gadis yang bernama Viska? Ya... dia gadis baru pilihanmu setelah aku. Kau memilih meninggalkan aku dan berbahagia dengannya. Bagaimana kabarnya sekarang? Apa kau masih membodohinya dengan topeng palsumu itu? Ahh... iya kau benar, itu bukan urusanku. Hei... tenanglah sedikit, aku tak akan memberitahu pada seluruh dunia tentang topeng aslimu.
Aku masih ingat betul, ketika kamu tertawa dengan puas sedangkan aku menangisi kepergianmu. Dan kamu tak memperdulikan perasaanku saat itu. Meninggalkan aku demi orang baru seperti dia tanpa rasa bersalah. Sungguh kau memerankan peranmu dengan sangat sempurna. Kau seperti aktor senior yang mahir dalam bermain peran. Kau telah berhasil membuat korbanmu meratapi, dan menagisi kamu. Sempat terlintas dalam benakku bahwa peranmu sangat menarik. Bagaimana kalo kita bertukar peran? Kamu yang terluka sedangkan aku yang tertawa sepuasnya? Kamu yang menangis dan meratapi kepergianku sedangkan aku tertawa bahagia bersama kekasih baruku?
Kau tak mau? Sudah ku duga itu. Tapi baguslah, lagi pula aku juga sudah tak mau bertukar peran denganmu. Satu hal yang harus kau ketahui, sadarlah kamu bahwa sekarang Tuhan memang sedang menukar peran kita, walaupun tidak sama persis. Kamu menyadari aku yang tak ada lagi ditempat, dan memintaku untuk kembali padamu sedangkan aku tak lagi ingin kembali padamu. Kau meratapi kesendirianmu sedangkan aku tertawa dengan kesendirianku. Setidaknya aku berterimakasih padamu, berterimakasih kepada seorang aktor senior yang mengajari aku untuk memainkan peran secara sempurna. Tapi, aku tak akan sepertimu yang melupakan bahkan hampir merusak topeng asliku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar