Sabtu, 26 Januari 2013

Sedikit Tapi Berbekas

15 Januari 2013

   Aku menyukai hujan, karena bagiku mereka unik. Keunikannya itu yang menjadikan mereka begitu indah. Turunya mereka yang tak serempak mendetingkan alunan-alunan irama tanpa kata. Bagaikan sebuah nada tanpa syair tapi bermelodi. Itulah yang menjadikan mereka lebih bisa mewakili perasaan seseorang. Entah sejak kapan aku mulai menyukainya, tapi yang pasti bagiku hujan itu adalah salah satu anugrah yang indah dari sekian anugrah yang Tuhan beri untukku. Sama halnya dengan mengenalmu dan menjadi bagian dalam hidupmu walau hanya sesaat.

   Kau datang bagaikan hujan yang membawa semua kenangan itu, dan aku hanya bisa terdiam hingga waktu menghapus aku. Mengigat semua itu seketika moment indah dan moment buruk berbaur menjadi satu. Kadang tertawa geli melihat tingkah konyolmu tapi seketika hatiku merasa sakit mengigat apa yang telah kau perbuat. Sebongkah kepercayaan kau balas dengan satu penghianatan!
Oh... Tuhan betapa tersayatnya hati.

Rabu, 23 Januari 2013

Lemari Lamamu itu Aku

    Hati itu bagaikan sebuah lemari yang memiliki kunci agar apa yang didalamnya tidak hilang atau dicuri. Ketika lemari berisi barang yang berharga, sang pemilik tak akan lupa untuk menguncinya. Begitu pun dengan 2 hati yang saling menitipkan pada masing-masing hati. Dilengkapi dengan fitur tambahan yaitu sebuah kepercayaan. Sungguh sangat menarik.

   "Hei kamu yang disana, bagaimana kabarmu? Masih ingat aku? Seorang wanita yang pernah menjadi bagian hidupmu walau hanya sesaat?"

   Entah mengapa dipagi ini tiba-tiba teringat tentangmu. Kamu yang selalu ngucapin "Selamat pagi sayang", kamu yang selalu bilang "Miss you sayang" dan kamu yang selalu bilang "Love you". Aku rindu itu, rindu ketika kamu bilang itu. Manis sekali.
Kau mengajari aku bagaimana caranya jatuh cinta lagi, membangun kepercayaan dan meletakan pada salah satu hati. Dan aku meletakan hatiku yang yang dilengkapi dengan fitur kepercayaan itu padamu, pada hatimu. Berharap kau tak akan memberi kunci hatimu pada orang lain selain aku. Begitu pun denganmu yang menaruh hatimu dengan kepercayaan didalam relung hatiku. Aku adalah lemari untukmu dan kamu adalah lemari untukku, untuk masing-masing hati kita. Aku meletakaan hatiku padamu dan kamu meletakan hatimu padaku, saling memeggang kunci agar tetep aman.
Oh... Tuhan betapa bahagianya hubungan yang diselimuti oleh sebuah kepercayaan.

Coretan Hidup

21-22 Januari 2013

   Tik... tik... tik... suara detik jam yang mengisi malam yang sunyi. Malam semakin larut tapi mataku masih tak bisa dipejamkan. Ada apa ini? Mengambil pensil, penghapus, dan secarik kertas. Seketika semua orang yang aku kenal memenuhi isi kepalaku. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul, berakar dan membuatku kagum atas hidup ini. Meskipun tidak selalu menyenangkan.

   Memiliki orang tua seperti mereka? Bagiku itu adalah anugrah dari seribu anugrah yang Tuhan beri untukku. Terimakasih Tuhan, karena telah menitipkan aku pada seorang Ibu dan Ayah yang hebat seperti mereka.
Memiliki seorang adik yang menjengkelkan itu juga anugrah yang Tuhan beri.
Memiliki sahabat yang membuat kita tertawa sepuasnya itu juga anugrah terindah yang Tuhan beri.
Memiliki teman seperti mereka yang mengajarkan betapa indahnya berbagi, itu juga salah satu anugrah indah yang Tuhan beri.

   Aku tak tahu banyak tentang kehidupan. Bagiku hidup itu adalah KEAJAIBAN. Keajaiban yang tak ternilai harganya. Kadang berfikir hidup itu apa? Dan sekarang sedikit memahami bahwa hidup itu sebuah jalan menuju satu titik, yang mana titik itu adalah kebahagiaan yang kekal dan abadi. Untuk mencapai titik itu manusia harus belajar dan bisa memilih jalan yang benar. Dan semua itu gak mudah. Salah satunya belajar kuat dan tegar ketika hati terluka.

Senin, 14 Januari 2013

Tahukah Kau Arina?

   Malam ini entah mengapa rasanya ingin bercerita tentangmu. Ah bukan... tepatnya bercerita tentang kamu dan aku. Ya... cerita tentang cinta kita, cerita cinta yang tak nyata. Aku terjebak dalam bayanganmu yang membuat aku ingin mengenal sosokmu lebih jauh.
   Kamu... ya kamu Arina, sejak hari itu namamu mengiang ditelingaku, berotasi didalam otakku, dan memenuhi isi kepalaku. Entah apa yang kamu lakukan hingga aku begitu mengagumimu bahkan hingga detik ini. Percaya atau tidak tapi ini yang terjadi. Kadang aku berfikir pernahkah terlintas bayanganku dalam otakmu? Pernahkah namaku kau ucap dibibirmu dalam lamunanmu?
Aku harap saat aku berani menanyakan itu padamu, kamu menjawab "Iya... Idz" 
Ya Tuhan... betapa bahagianya hati, jika mendengar jawaban itu. Tapi, sayangnya harapan itu semu. Semua itu hanya ada dalam angan-anganku.
   Aku tak pernah menyalahkan Tuhan karena mempertemukan kita pada dunia yang tak nyata, dalam jarak, dandalam waktu yang berbeda, aku tetap mensyukurinya. Karena aku yakin kelak Tuhan akan mempertemukan kita pada dunia yang hanya milik kita. :)
   Aku tak tau apa arti diriku untukmu, teman, musuh, orang lain atau lebih dari itu. Aku berharap lebih dari itu. Tapi, jika kau menganggapku sekedar teman akan kuterima itu dengan bangga, akan aku buktikan bahwa aku adalah orang yang pantas memberikan bahuku untukmu.
   Bagiku mengagumimu hingga detik ini adalah hal yang terindah dalam hidupku. Walau pun pada akhirnya nanti kau tak pernah menganggapku ada tapi aku tetap mensyukurinya. :)


Froom  :Pengaggumu (Faidh Abddurrazzak)