Sabtu, 29 Desember 2012

Kekhawatiranku Berunjung Nyata

Kamu kemana?
Dimana?
Sama siapa?
Udah makan?
Masih pantaskah pertanyaan itu aku tanyakan padanya Tuhan?

Perasanku tercabik oleh pertanyaan-pertanyaan yang membuatku ingin tau apa yang ia lakukan. Kamu iya kamu... namamu mengiang ditelingku, memenuhi seluruh isi kepalaku tak bisakah kau memberitahuku tentang keadaanmu?
Malam yang sunyi menyayat hati dan jiwa, ditambah lagi dengan perubahan sikapmu yang seperti ini. Rasanya lengkaap sudah. Tak terlintaskah bayanganku dibenakmu walau hanya beberapa detik?
Ah... jelas tidak! Bodohnya aku jika aku berharap seperti itu.

Aku tak akan menyalahkan takdir yang telah Tuhan tuliskan untukku. Sejak hari itu aku mensyukuri apa yang Tuhan beri untukku. Memilikimu yaa.... itu lah anugrah yang terindah yang Tuhan berikan. Walaupun awalnya kita dipertemukan dalam masalah yang sama. Yaaa.. sama-sama membutuhkan tempat pelarian cinta karena cinta yang bertepuk sebelah tangan. Siapa yang mengira jika aku benar-benar mencintaimu, menyayangimu dengan setulus hati. Aku berusaha semaksimal mungkin membuatmu selalu merasa nyaman ketika berbicara denganku. Dan hasilnya kamu pun mencintai aku, entah apakah itu hanya pura-pura agar aku bahagia atau apa. Tapi, yang pasti aku senang. Oh Tuhan... terimakasih Engkau kirimkan dia untukku.

Hari demi hari, waktu demi waktu kami jalani hubungan ini. Tapi satu hal yang belum kami lakukan, kami tak pernah bertatap muka. Ya Tuhan... betapa mirisnya hati ketika mengigat bahwa kami tak pernah berjumpa sebelumnya. Kami pun berencana untuk berjumpa namun, Tuhan berkehendak lain. Pertemuan itu selalu gagal. Mungkin bagiku tak masalah karena aku tak pernah mempermasalahkan itu, tapi kamu... kamu yang aku khawatirkan. Dan akhirnya apa yang aku khawatirkan selama ini terjadi, kamu mulai bosan dengan hubungan ini. Perubahan sikapmu membuatku tak sanggup menahan air mata yang jatuh membasahi pipi. Jika memang harus berakhir sampai disini aku ikhlas, aku merelakanmu untuk orang lain, kerena egois jika aku memintamu untuk tetap tinggal disini *nunjuk hati* sedangkan aku tau hatimu bukan lagi untukku. Semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik untukmu. Kelak akan ku ceritakan pada dunia tentang kita, yang saling mencintai dalam dunia tak nyata.



Selasa, 25 Desember 2012

Inilah Jawabannya

     Apa yang difikirkan setiap pasangan untuk terus mempertahankan hubungan mereka? jawaabannya pasti saling Mengerti satu sama lain. Lalu bagaimana dengan hubungan yang hanya dimengerti oleh satu pihak? apakah harus dipertahankan atau dilepas?

    Cinta ngajarin gue 2 hal mempertahankan saat ada digenggaman dan merelakannya saat dia pergi.
Ketika pengertian itu berubah menjadi ragu, ketika itu juga cinta hanyalah sebuah ungkapan kata. Gue berusaha untuk jadi orang yang selalu bikin lo nyaman untuk tinggal disini *nunjuk hati* tapi nyatanya, lo gak mau liat itu. Mungkin bagi lo, gue cuman seorang yang gak ada artinya dimata lo. Iya... gue sadar, gue emang NOTHING bagi lo. Dan gue akui gue emang gak secantik dia, gak sepinter dia, tapi, satu hal yang perlu lo tau, gue punya hati dan hati gue rapuh. Lo selalu bilang bahwa gue selalu berfikir negatif tentang lo. Gue berfikir kaya gitu karena ada sesuatu yang lo lakuin, yang secara gak langsung buat gue berfikir kaya gitu. Ditambah lagi sikap lo yang cuek, wajarkan gue berfikir kaya gitu, karena gue takut kehilangan lo. Lo gak tau kan alasannya itu? gak tau lah, orang lo aja gak mau tau apa yang gue rasa.

     Ketika lo ngelakuin sesuatu yang buat gue gak ada pilihan lain untuk meneteskannya, gue cuman bisa diem berharap waktu cepet menghapus kesedihan gue dan berusaha mengerti itu. Karena bagi gue, mengerti lo itu adalah sebuaah tugas sebab gue tau kehilangan itu seperti apa. Tapi, terkadang gue berfikir, buat apa mengerti orang yang tak mau mengerti kita? bukankah lebih baik berbahagia sendiri dari pada berbahagia dengan orang yang hatinya sudah tak bersamaa lagi? jawabannya karena gue sayaang lo, dan tugas gue memahami keadaan lo, membuat lo nyaman tuk tinggal disini *nunjuk hati*. 
Dan ketika apa yang gue lakuin udah ngebuat lo gak nyaman lagi, gue bakal lepasin lo dan membiarkaan lo berbahagia dengan yang lain. Gue berdoa agar lo selalu diberi kebahagiaaan walaupun tanpa gue. :')




Minggu, 16 Desember 2012

For You

      Bisakah kau sedikit lebih dekat? Melihat apa yang sering aku rasa. Aku sadar dengan semua kekuranganku, Iya... mungkin apa yang aku pikirkan benar, aku hanyalah sebuah batu sandungan dan aku rasa tak seharusnya aku menjadi penghalang langkah kakimu! Maaf? :')

     Melihat kau berkata seperti itu, aku hanya bisa terdiam dan tanpa terasa aku menjatuhkannya setes demi setetes, padahal aku tak ingin menjatuhkannya. Katakan padaku kecemburuanku harus diletakan dimana agar dibilang layak dan pantas bagimu!

    Jika peryataanku salah dimatamu dan membuatmu merasa tak nyaman, maafkan aku? sesungguhnya aku hanya takut kehilangan orang yang aku sayang. Hanya itu. Dan aku memutuskan diam. Tak lagi menyuarakannya untukmu, sepanjang yang aku bisa! Tapi aku minta satu hal tolong ajarkan aku untuk tidak menangis saat kau perlahan pergi meninggalkan aku! :')