Hujan yang indah, turun dengan deras membasahi bumi. Hanya orang-orang tertentu yang dapat mendengar nyanyian rindu yang dimainkan begitu saja oleh hujan. Kadang, saya berusaha keras mencari jawaban yang sebenarnya tak pantas jadi pertanyaan, kenapa kita berpisah?
Sebenarnya aku tak ingin semuanya berakhir begitu cepat. Saat semua terancang begitu sempurna, saat perhatian kecil yang menjelma menjadi sebuah rindu, bahagia yang sangat sederhana. Tapi, semua itu hanya tinggal seberkas mimpi-mimpiku, sekedar angan-anganku yang lenyap oleh kenyataan. Aku tak pernah menyangka bahwa hubungan kita harus berakhir dengan kata-kata "PERPISAHAN". Sebuah kata yang aku benci dan aku takuti ketika menjalin hubungan yang lebih dengan seseorang.
Tidak dipungkiri dan aku tak harus menyakal diri, bahwa selama rentan waktu tanpamu, aku merasa ada sesuatu yang hilang. ketika kamu menyapaku dengan lembut dipagi hari. Saat siang, kamu sekedar mengigatkan aku untuk tidak terlambat makan. Saat malam kamu menyapaku kembali, bercerita tentang apa saja yang kau lalui hari itu. Tentang lelahmu dan tentang bahagiamu. Sekilas aku merasa teristimewa, walaupun aku hanya tempat pelarianmu.
Sampai, akhirnya perpisahan itu tiba. Sesuatu yang aku benci kedatangannya. Dia datang tanpa pemberitahuan lebih dulu. Dan tanpa persiapan, aku harus melepasmu. Kamu temukan jalanmu dan aku temukan jalanku. Kita tertawa dengan puas dan bahagia pada jalan kita masing-masing. Iya... kamu berpegang pada obsesimu untuk memiliki dia, dan aku berpegang pada perasanku. Kita berbeda, dan tak seharusnya berjalan beriringan.
Waktu berjalan begitu cepatnya. Tak ada lagi sapan manjamu, tak ada lagi tawa renyahmu, tak ada lagi cerita lugumu, dan tak ada suara lembutmu yang memenuhi isi otakku. Aku harus menghapus dan membuang itu semua dari memori otakku agar kamu tak lagi mengendap-ngendap masuk kedalam hatiku, membuat kenangan itu kembali menjadi nyata. Mari mengikhlaskan, setelah ini akan ada rasa kebahagiaan bertubi-tubi yang mengecupmu dengan seringnya. Selamat menemukan jalanmu.
Aku percaya bahwa perpisahan tak selalu buruk, ia akan membawa hidupmu dan hidupku jauh lebih baik. Aku banyak belajar darimu dan aku berharap kamu juga mengambil pelajaran dari hubungan kita yang singkat ini. Semua butuh waktu dan proses untuk terbiasa menerima kenyataan. :)

izin copas.. kisahnya hampir sama:(
BalasHapus