Hati itu bagaikan sebuah lemari yang memiliki kunci agar apa yang didalamnya tidak hilang atau dicuri. Ketika lemari berisi barang yang berharga, sang pemilik tak akan lupa untuk menguncinya. Begitu pun dengan 2 hati yang saling menitipkan pada masing-masing hati. Dilengkapi dengan fitur tambahan yaitu sebuah kepercayaan. Sungguh sangat menarik.
"Hei kamu yang disana, bagaimana kabarmu? Masih ingat aku? Seorang
wanita yang pernah menjadi bagian hidupmu walau hanya sesaat?"
Entah mengapa dipagi ini tiba-tiba teringat tentangmu. Kamu yang selalu ngucapin "Selamat pagi sayang", kamu yang selalu bilang "Miss you sayang" dan kamu yang selalu bilang "Love you". Aku rindu itu, rindu ketika kamu bilang itu. Manis sekali.
Kau mengajari aku bagaimana caranya jatuh cinta lagi, membangun kepercayaan dan meletakan pada salah satu hati. Dan aku meletakan hatiku yang yang dilengkapi dengan fitur kepercayaan itu padamu, pada hatimu. Berharap kau tak akan memberi kunci hatimu pada orang lain selain aku. Begitu pun denganmu yang menaruh hatimu dengan kepercayaan didalam relung hatiku. Aku adalah lemari untukmu dan kamu adalah lemari untukku, untuk masing-masing hati kita. Aku meletakaan hatiku padamu dan kamu meletakan hatimu padaku, saling memeggang kunci agar tetep aman.
Oh... Tuhan betapa bahagianya hubungan yang diselimuti oleh sebuah kepercayaan.
Kau tau? Aku menjaga hatimu dan kepercayaanmu itu, menutupnya, dan menguncinya agar orang lain tak dapat memasukinya bahkan mencurinya. Tapi aku tak tau apakah kau melakukan hal yang sama atau tidak.
Hatiku bagaikan lemari yang kau letakkan di dalam ruangan yang kau ciptakan
sendiri, tapi bukan ruangan khusus berdua untukku dan kau. Hatiku bagaikan
lemari yang bisa kau letakkan apapun yang ingin kau letakkan di
dalamnya, termasuk jiwamu meski untuk sesaat. Hatiku bagaikan lemari yang kau
tempatkan sesukamu di sudut-sudut pikiranmu yang kau inginkan. Hatiku bagaikan lemari yang orang lain tidak pernah tahu apakah kau memiliki aku
di dalam hidupmu. Lalu Hatiku bagaikan lemari, yang di dalamnya kau ciptakan
sebuah laci kecil tempat kau meletakkan benda paling berharga di
dalamnya, yaitu hatimu dengan sebuah kepercayaan. Dan sesaat aku merasa teristimewa.
Hingga pada akhirnya aku merasakan sakit karena aku tau bahwa ada seseorang
yang memasuki lemariku yaitu hatimu tanpa sepengetahuanku dan sedikit merusak apa yang
aku titipkan padamu, "Sebuah kepercayaan". Hatiku tersayat, tak
mempercayai apa yang terjadi. Oh Tuhan... menyakitkan sekali, aku disini menjaga barang-barangmu, tapi kau disana membiarkan orang lain memasukinya, mengacak-acak barangku yang aku titipkan padamu! Aku selalu menjaga milikmu yang paling berharga yaitu hati dan kepercayanmu, yang kau simpan di dalam laci jantungku.
Aku hanya ingin kau tahu, Apakah kau sekali saja mengetahui bahwa aku selalu menjaga hati dan kepercayanmu di dalam laci jantungku?
Tersimpan rapih, dan tak ada orang yang menyentuhnya sedikitpun.
Hingga akhirnya kau mengambil kembali hatimu untuk diletakkan pada laci jantung orang lain.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar