Rabu, 23 Januari 2013

Coretan Hidup

21-22 Januari 2013

   Tik... tik... tik... suara detik jam yang mengisi malam yang sunyi. Malam semakin larut tapi mataku masih tak bisa dipejamkan. Ada apa ini? Mengambil pensil, penghapus, dan secarik kertas. Seketika semua orang yang aku kenal memenuhi isi kepalaku. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul, berakar dan membuatku kagum atas hidup ini. Meskipun tidak selalu menyenangkan.

   Memiliki orang tua seperti mereka? Bagiku itu adalah anugrah dari seribu anugrah yang Tuhan beri untukku. Terimakasih Tuhan, karena telah menitipkan aku pada seorang Ibu dan Ayah yang hebat seperti mereka.
Memiliki seorang adik yang menjengkelkan itu juga anugrah yang Tuhan beri.
Memiliki sahabat yang membuat kita tertawa sepuasnya itu juga anugrah terindah yang Tuhan beri.
Memiliki teman seperti mereka yang mengajarkan betapa indahnya berbagi, itu juga salah satu anugrah indah yang Tuhan beri.

   Aku tak tahu banyak tentang kehidupan. Bagiku hidup itu adalah KEAJAIBAN. Keajaiban yang tak ternilai harganya. Kadang berfikir hidup itu apa? Dan sekarang sedikit memahami bahwa hidup itu sebuah jalan menuju satu titik, yang mana titik itu adalah kebahagiaan yang kekal dan abadi. Untuk mencapai titik itu manusia harus belajar dan bisa memilih jalan yang benar. Dan semua itu gak mudah. Salah satunya belajar kuat dan tegar ketika hati terluka.

   Berbicara soal hati, kenapa hati mudah merasakan sakit? padahal dia tak tampak oleh mata?
Jawabannya karena ia tak terlihat, hanya bisa dirasakan dan itu membuat ia mudah merasakan sakit. Tidak seperti luka diluar yang bisa langsung sembuh dengan salep atau obat yang lainnya. Ketika hati udah terluka sebuah kata maaf udah gak ada artinya. Belajar memaafkan kesalahan orang lain? Bagiku itu sulit, lebih sulit. Tapi aku sadar bahwa sebenarnya orang yang menyakiti kita secara tak langsung mengajarkan kita untuk tidak menyakiti hati orang lain dan mengajarkan kita untuk dewasa.

   Dewasa itu apa? Menurutku dewasa itu menghadapi masalah dengan tenang, tanpa emosi, jauh memikirkan apa yang terjadi dari apa yang dilakukan. Mudah memberi maaf dan tidak menyimpan dendam, walaupun hati yang tersakiti menuntut untuk membalas apa yang telah dirasakan. Bagiku kejahatan tak harus dibalas dengan kejahatan. Karena aku yakin Tuhan itu Maha Adil. Ia akan membalas 10X lipat untuk setiap hati yang tersakiti. Dan aku juga yakin Tuhan itu memberikan rasa sakit sepaket dengan obatnya. Seperti yang pernah kita dengar "setiap penyakit pasti ada obatnya".
Segala yang sakit pasti juga punya akhir. Tuhan tahu waktu yang tepat untuk membahagikan umatnya. :)

   Tuhan... terimakasih untuk kehidupan hari ini. Hari ini aku belajar bahwa 1 detik yang aku lalui saat ini tidak akan pernah terulang lagi. Itu akan menjadi sebuah pelajaran dan kenangan dimasa lalu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar