Rabu, 07 Agustus 2013

Lagi-lagi Untuk Tuhan

Kepada Tuhan yang duduk disinggah sana.

Selamat pagi, Tuhan sedang apa? Sedang melihat kami ya?  Hari ini cuaca cerah sekali sama seperti wajah orang-orang yang berseri-seri merayakan kemenangan. Matahari juga ikut tertawa melihatnya. Hari ini semua berbahagia, sangat.

Kau tentu sudah tau kan kenapa aku menulis surat ini? Sebelumnya aku mohon maaf atas semua kesalahanku padaMu. Dan aku juga minta maaf, bukan maksudku untuk mengeluh, protes atau menyalahkanMu. Sama dengan kebanyakan orang aku senang sekali merayakan hari ini. Hari dimana umat islam merayakan kemenangan. Tapi, hatiku sedikit kecewa Tuhan. Kau tentu sudah tau sebelum aku merasakan kekecewaan itu. Ah.... benar Kau kan Maha Mengetahui.

Ya... kali ini aku merayakan kemenangan dengan sedikit berbeda. Ada sesuatu yang hilang tapi sebenarnya dia tak hilang. Itulah yang membuatku sedikit kecewa Tuhan. Tuhan Yang Maha Baik maaf ya bukannya aku mau protes atau menyalahkanMu, tapi bisa tidak Kau hilangkan rasa kecewa itu? Setidaknya hilangkan untuk sekedar membuat hati merasa tidak ingin menangis. Kau pasti tertawa ya mendengar permintaanku itu? Ah... sudahlah tak usah Kau hiraukan. Aku percaya dibalik ini ada sesuatu yang telah Kau siapkan untukku. Emmm... semacam kejutan. Kejutan luar biasa yang Engkau ciptakan dengan lentikan jemari-jemariMu. Buat aku selalu percaya akan hal itu ya. Jangan biarkan celah-celah dihati dirasuki rasa ragu akan hal itu.

Sudah dulu ya Tuhan, aku tidak tau lagi harus menulis apa. Bukan karena aku kehabisan kata-kata tapi memang kata-katanya belum bisa dirangkai, ia masih berlompatan kesana kemari. Maaf ya Tuhan untuk surat yang tidak sopan ini. Tentang surat kelancanganku padaMu. Dan terimakasih sudah mau membaca surat yang tidak sopan ini. Jika kau memiliki waktu luang tolong balas suratku ini ya Tuhan. Aku selalu menunggu balasan-balasan dari surat-suratku untukMu.^^



Salamku



Hambamu Yang Tak Tau Sopan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar